Ahkamuna

Sholat sunnah ba’diah atau qobliah lebih utama dari pada sholat tarawih

Sholat sunnah yang disunnahkan berjama’ah (seperti sholat idul adha, idul fitri, kusuf, tarowih dll) itu lebih utama dari pada sholat sunnah yang tidak dianjurkan berajama’ah (seperti sholat rawatib, dhuha, tahajjud, dll). Namun menurut pendapat yang paling shohih, sholat rawatib (qobliah, ba’diah) lebih utama dari pada sholat tarawih sebab Nabi Muhammad menetapi sholat rowatib, dan tidak menetapi sholat tarowih karena Nabi sholat hanya dalam tiga malam. Ketika manusia bertambah banyak yang ikut sholat di masjid di malam ketiga, Nabi kemudian tidak melakukannya di malam ke empat karena hawatir sholat tarowih diwajibkan.

Maka jangan sampai kita sholat tarawih namun tidak sholat ba’diah atau qobliah isya‘ , atau bahkan malah tidak sholat subuh atau berjamaah subuh.

Referensi:
Tuhfatul Muhtaj Fi Syarhil Minhaj, Juz 2, Hal 240

(ﻭﻫﻮ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻦ ﺟﻤﺎﻋﺔ) ؛ ﻷﻥ ﻣﻄﻠﻮﺑﻴﺘﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺄﻛﺪﻫﺎ ﻭﻣﺸﺎﺑﻬﺘﻬﺎ ﻟﻠﻔﺮاﺋﺾ، ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺗﻔﻀﻴﻞ اﻟﺠﻨﺲ ﻋﻠﻰ اﻟﺠﻨﺲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻧﻈﺮ ﻟﻌﺪﺩ (ﻟﻜﻦ اﻷﺻﺢ ﺗﻔﻀﻴﻞ اﻟﺮاﺗﺒﺔ) ﻟﻠﻔﺮاﺋﺾ (ﻋﻠﻰ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ) ﻟﻤﻮاﻇﺒﺘﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋﻠﻰ ﺗﻠﻚ ﺩﻭﻥ ﻫﺬﻩ، ﻓﺈﻧﻪ ﺻﻼﻫﺎ ﺛﻼﺙ ﻟﻴﺎﻝ ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺜﺮ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ اﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﺣﺘﻰ ﻏﺺ ﺑﻬﻢ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﺗﺮﻛﻬﺎ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﻔﺮﺽ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻧﻔﻲ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻟﻴﻠﺔ اﻹﺳﺮاء ﻧﻔﻲ ﻟﻔﺮﺽ ﻣﺘﻜﺮﺭ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﻓﻠﻢ ﻳﻨﺎﻑ ﺧﺸﻴﺔ ﻓﺮﺽ ﻫﺬﻩ.

Ikuti Saluran

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *