Berikut beberapa amalan di bulan Rajab serta fadilahnya versi kitab Tarjuman karya Raden KH. Abd. Hamid bin Itsbat Banyuanyar;
Berpuasa dan bersedekah
- Barangsiapa berpuasa di bulan Rajab dan Sya’ban, dilanjutkan sampai bulan Romadhon maka orang tersebut akan dimudahkan sakaratul mautnya oleh Allah SWT. Apabila tidak mampu untuk berpuasa dari bulan Rajab sampai Bulan Romadhon secara berturut-turut, maka cukup dengan berpuasa tiga hari di bulan Rajab dan tiga hari di bulan Sya’ban.
- Diriwayatkan dari sayyidina Salman Al-Farisi bahwa nabi Muhammad SAW bersabda ;
“Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab maka nilainya sama dengan memerdekakan budak, dan barangsiapa bersedekah satu kali di bulan Rajab maka nilainya sama dengan bersedekah seribu dinar di selain bulan Rajab, dan dari setiap satu bulu yang melekat di badan orang tersebut Allah SWT akan menulis seribu pangkat dan menghapus seribu kejelekan, serta setiap hari dimana orang tersebut berpuasa juga bersedekah Allah catat seperti seribu haji dan umroh, lalu Allah SWT menyiapkan bagi orang tersebut seribu bangunan di surga.
Niat puasa di bulan Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ رَجَبَ سَنَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya;
“Saya berniat puasa esok hari di bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Memperbanyak istighfar
Bulan Rajab menjadi momentum untuk taqorrub kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar serta amal sholeh lainnya. Beliau, RKH. Abdul Hamid bin Itsbat dalam kitabnya mencantumkan bacaan istighfar berikut;
اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا وَلَا حَيَاةً وَلَا مَوْتًا وَلا نُشُورًا
Barangsiapa membaca istighfar tersebut di bulan Rajab diantara Dzuhur dan Ashar maka Allah SWT berkata kepada dua malaikat, “Bakarlah catatan amal buruk milik orang ini” (isyaroh terhadap orang yang membaca Istighfar diatas)
Referensi
Berikut redaksi kitab Tarjuman, halaman 87-89;









